Hari Pertama MTQ Nasional 2026! 12 Duta Terbaik Sumbar Mulai Berjuang di Semarang

Hari Pertama MTQ Nasional 2026! 12 Duta Terbaik Sumbar Mulai Berjuang di Semarang.
Hari Pertama MTQ Nasional 2026! 12 Duta Terbaik Sumbar Mulai Berjuang di Semarang.

SEMARANG, pentingbanget.com – Genderang persaingan kompetisi keagamaan paling bergengsi di Tanah Air akhirnya resmi ditabuh. Rombongan Kafilah Sumatera Barat (Sumbar) langsung tancap gas memulai babak penyisihan pada hari perdana perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI Nasional di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu (13/9/2026). Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 12 orang peserta andalan dari Ranah Minang dijadwalkan turun gelanggang di berbagai arena perlombaan yang tersebar di berbagai sudut Kota Lumpia tersebut.

Momentum hari pertama ini bukanlah sekadar ajang pemanasan biasa, melainkan langkah krusial yang akan sangat menentukan mental, ritme, dan motivasi perjuangan seluruh kafilah Sumbar ke depannya. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumbar, Edi Dharma, menegaskan bahwa hari pertama perlombaan ini adalah gerbang pembuka dari sebuah perjuangan panjang dan sangat menguras tenaga yang harus dihadapi oleh seluruh kontingen.

Mewakili pemerintah daerah, Edi menaruh harapan besar agar seluruh peserta, baik qari maupun qariah, dapat membuang jauh-jauh rasa gugup (nervous) saat menghadapi sorotan dewan hakim. Ia meminta para peserta untuk langsung memanfaatkan kesempatan emas ini dengan menampilkan kemampuan dan teknik di level maksimal. Persiapan berbulan-bulan di pusat pelatihan daerah (training center) kini saatnya dibuktikan secara nyata di atas panggung nasional.

“Kita berharap seluruh qari-qariah Sumatera Barat dapat tampil maksimal. Persiapkan diri dengan baik dan berikan kemampuan terbaik dalam setiap penampilan,” tegas Edi Dharma memberikan suntikan moral kepada para peserta.

Sesi Pagi: Dari Lantunan Tilawah Anak Hingga Ujian Ketahanan Fisik di Arena Kaligrafi

Pertarungan Kafilah Sumbar di sesi pagi hari langsung dibuka oleh penampilan memukau dari talenta-talenta muda. Daffa Raffasya menjadi salah satu ujung tombak pertama yang berjuang di cabang Tilawah Anak-Anak Putra. Penampilannya digelar di venue megah Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), yang tentu saja menuntut tingkat fokus ekstra karena besarnya skala panggung dan gema suara di ruangan.

Sementara itu, di jantung Kota Semarang tepatnya di Lapangan Simpang Lima yang ikonik, dua duta Sumbar lainnya juga berjuang keras memikat telinga dan hati dewan hakim. Roza Rezki unjuk gigi di cabang Qira’at Mujawwad Dewasa Putra, sedangkan Saufa Atika Ulya tampil anggun sekaligus bertenaga pada cabang Qira’at Mujawwad Dewasa Putri. Keduanya dituntut untuk membawakan bacaan Al-Qur’an dengan keindahan melodi, tajwid yang presisi, dan napas yang panjang.

Di sudut arena lainnya, yakni di Auditorium Imam Bardjo, Universitas Diponegoro (Undip), empat delegasi Sumbar harus memutar otak dan beradu kreativitas visual. Mukhlis Ibrohim, Indah Khairannisa, Arizi Akbar, dan Rindu Annisa berjuang di cabang Seni Kaligrafi Al-Qur’an. Perlombaan cabang ini dikenal sangat brutal dalam menguras stamina dan konsentrasi, karena para peserta harus melukis maraton sejak pagi hingga sore hari. Mereka tidak hanya dituntut soal keindahan, tetapi juga detail presisi goresan dan ketahanan visi artistik di bawah tekanan waktu yang sangat ketat.

Sesi Siang: Tafsir Bahasa Inggris Hingga Kiprah Inspiratif Daffa Hadaya

Memasuki sesi siang hari yang umumnya menguras energi, tensi kompetisi di MTQ Nasional justru semakin memanas. Amelia Rahma mengambil alih panggung di cabang Hafalan 5 Juz dan Tilawah Putri yang diselenggarakan di Rumah Dinas Wali Kota Semarang.

Pada waktu yang bersamaan, nama Daffa Hadaya kembali mencuri perhatian publik. Peserta inspiratif tunanetra yang kisah kegigihannya sempat viral ini turun arena mengikuti cabang Hafalan 20 Juz Putra di Auditorium Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Penampilannya sangat dinantikan karena Daffa dengan berani memilih berkompetisi di kategori umum, bersaing setara dengan peserta berpenghilatan normal lainnya.

Bukti sahih bahwa MTQ modern saat ini tidak sekadar soal keindahan hafalan namun juga intelektualitas tingkat tinggi dibuktikan oleh Revoranda Sudarman dan Raihana Hamdani. Keduanya tampil memukau pada sesi siang di cabang Tafsir Bahasa Inggris Putra dan Putri yang mengambil venue di Gedung Semeru BP2KLK Kota Semarang. Cabang ini sangat sulit karena menuntut penguasaan gramatikal bahasa asing yang mumpuni sekaligus pemahaman ilmu tafsir yang mendalam. Sementara itu, sebagai penutup rentetan perjuangan hari pertama, Zukhrufil Shadri dijadwalkan kembali memanaskan panggung Convention Hall MAJT untuk mengikuti cabang Tilawah Remaja Putra.

Fokus, Percaya Diri, dan Jadikan Panggung Sebagai Momen Ekspresi

Menutup arahannya, Edi Dharma kembali mewanti-wanti seluruh anggota kafilah Sumbar agar tidak menjadikan ketatnya persaingan di level nasional ini sebagai beban psikologis yang mengekang mental mereka. Ia menekankan bahwa setiap detik di atas panggung adalah kesempatan berharga untuk mengekspresikan bakat luar biasa yang sudah dilatih selama ini, sekaligus membawa nama baik Sumatera Barat di mata publik nasional.

“Yang paling penting tetap fokus, percaya diri, dan menjaga semangat. Kita memberikan dukungan penuh agar mereka mampu meraih hasil terbaik untuk Sumatera Barat,” ujarnya memotivasi para duta daerah tersebut.

Sebagai informasi tambahan, perhelatan akbar MTQ Nasional XXXI ini akan berlangsung nonstop selama seminggu penuh, dari tanggal 13 hingga 19 September 2026. Ajang bergengsi ini memecah perlombaan di 12 majelis berbeda di seluruh penjuru Kota Semarang, mempertemukan ribuan kafilah terbaik dari 38 provinsi se-Indonesia untuk berkompetisi di berbagai cabang musabaqah yang sarat akan nilai spiritual, seni, dan keilmuan.

Hari pertama ini barulah langkah awal pembuka jalan. Dukungan moral dan doa restu dari seluruh lapisan masyarakat Ranah Minang tentunya sangat diharapkan untuk terus mengiringi derap langkah para duta Al-Qur’an agar mereka bisa kembali pulang dengan dada membusung, membawa pulang deretan medali juara untuk Sumatera Barat. (TI)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *