Ratusan Siswa ‘Ambil Alih’ Gedung DPR! Bahas RUU Sisdiknas Sampai Darurat Bullying

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal pada Pembukaan Acara Parlemen Remaja 2026.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal pada Pembukaan Acara Parlemen Remaja 2026.

JAKARTA, pentingbanget.com – Pemandangan nggak biasa baru saja terjadi di Gedung Senayan, guys! Ratusan anak muda dari tingkat SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah sederajat dari seluruh penjuru Nusantara mendadak ‘mengambil alih’ kursi panas para wakil rakyat. Yup, sebanyak 200 pelajar terpilih ini resmi mengikuti acara bergengsi Parlemen Remaja 2026 yang digelar dari tanggal 28 September hingga 3 Oktober 2026 di Jakarta.

Membawa tema “Generasi Cerdas, Aksi Remaja Stop Perundungan, Ciptakan Sekolah Ramah dan Bermartabat”, acara ini sukses menyaring lebih dari 11.000 pendaftar menjadi 200 agen perubahan terbaik yang mewakili 84 daerah pemilihan (dapil) se-Indonesia. Kerennya lagi, tahun ini dominasi perempuan sangat terasa dengan tingkat keterwakilan mencapai 53,5 persen!

Gen Z Turun Tangan Atasi Darurat Bullying di Sekolah

Dalam acara pembukaan pada Selasa (29/9/2026) tersebut, Wakil Ketua DPR RI Bidang Kesejahteraan Rakyat, Cucun Ahmad Syamsurijal, memberikan paparan yang cukup bikin merinding soal darurat kekerasan di ranah pendidikan. Mengutip catatan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), ia membeberkan bahwa sepanjang 6 bulan pertama di tahun 2026 saja sudah terjadi 55 kasus kekerasan di satuan pendidikan, dengan rata-rata 9 kasus per bulannya.

Menurut Cucun, persoalan utamanya bukan pada ketiadaan aturan, melainkan pada lemahnya eksekusi di lapangan. Karena itu, selama 5 hari ke depan, para peserta Parlemen Remaja akan langsung membedah dan melakukan simulasi pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang kebetulan memang sedang intensif digodok di Komisi X DPR RI. Mereka ditantang untuk merumuskan kebijakan yang konkret, termasuk membahas usulan penyediaan layanan bimbingan konseling dan psikolog di setiap sekolah agar anak-anak yang bermasalah punya ruang aman untuk bercerita.

Pesan Menohok: Sekolah Harus Aman Buat Murid, Tapi Guru Juga Jangan Dikriminalisasi!

Ada satu highlight krusial dari pidato sang pimpinan DPR yang menyoroti fenomena miris belakangan ini. Ia menegaskan bahwa jaminan perlindungan di lingkungan sekolah itu harus berlaku dua arah. Bukan cuma murid yang butuh rasa aman dari bullying, tapi profesi guru juga harus dilindungi secara hukum saat menjalankan tugasnya.

Cucun menyoroti tren di mana para tenaga pendidik kini justru merasa ragu dan ketakutan untuk sekadar menegur muridnya karena ancaman akan dilaporkan atau diviralkan lewat media sosial.

“Guru yang takut menegur pelan-pelan akan berhenti mendidik, dan yang paling rugi adalah muridnya itu sendiri,” pesan Cucun dengan nada tegas. Ia pun mewanti-wanti para siswa yang hadir agar lebih cerdas dalam menggunakan media sosial, serta senantiasa menjaga etika dan menghormati para guru yang memberikan ilmunya.

Rasakan Langsung Panasnya Ketuk Palu Sidang

Tidak hanya berdebat dan mendengarkan pidato, para peserta Parlemen Remaja ini diajak menyelami langsung tiga fungsi utama DPR, yakni fungsi legislasi (membuat undang-undang), anggaran (menyusun APBN), dan pengawasan. Bahkan, acara pembukaan ini bertepatan dengan momen pengesahan APBN 2027 senilai Rp4.106 triliun, sehingga para peserta bisa merasakan langsung hawa panas pengambilan keputusan negara.

Rangkaian pembukaan ini pun ditutup secara simbolis dengan penyerahan palu sidang dari pimpinan DPR kepada pimpinan Parlemen Remaja 2026. “Setiap ketukan palu yang diambil di gedung ini menyangkut nasib orang banyak,” pungkas Cucun mengingatkan para wakil rakyat ‘dadakan’ tersebut agar selalu mengambil keputusan menggunakan kepala dingin dan hati yang peduli demi kemaslahatan masyarakat luas. (TI)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *