
SOLOK, pentingbanget.com – Era digital bikin batas antarnegara makin tipis, dan ini jadi peluang emas yang tidak dapat dilewatkan begitu saja oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menyadari besarnya potensi lokal yang sering kali mandek cuma karena kurangnya literasi digital dan akses informasi, Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Syofian Hendri, mengambil langkah proaktif. Mengutip laporan dari HARIANHALUAN.ID, legislator ini sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan dan Digital Marketing khusus untuk Pengusaha Muda Angkatan II yang berpusat di Kota Solok pada 12 hingga 13 September 2026.
Bukan Sekadar Jualan Biasa, Waktunya UMKM Sumbar Naik Kelas
Langkah konkret berupa Bimtek ini bukanlah kegiatan seremonial semata, melainkan buah dari program pokok pikiran (pokir) Syofian Hendri yang didedikasikan untuk 72 pelaku UMKM potensial di Kota Solok. Syofian menyoroti sebuah ironi klasik di lapangan: banyak anak muda dan pengusaha lokal yang sebenarnya sudah mampu memproduksi barang dengan kualitas juara dan kemasan kekinian, tapi ujung-ujungnya mentok berputar di pasar lokal saja. Mereka belum berani atau bahkan tidak tahu cara melakukan ekspansi ke luar negeri.
“Kita melihat banyak pelaku UMKM kita memiliki produk-produk yang unggul dan bernilai jual. Namun, mereka masih bingung mengenai alur dan jalur yang harus ditempuh untuk masuk ke pasar ekspor,” ujar Syofian Hendri di sela-sela kesibukannya memantau langsung jalannya kegiatan Bimtek tersebut.
Pernyataan ini sangat relate dengan kondisi mayoritas local brand saat ini. Bikin produk bagus itu satu hal, tapi memahami seluk-beluk regulasi ekspor adalah tantangan yang levelnya jauh lebih rumit. Syofian menekankan bahwa persoalan utama bukan lagi pada kapasitas produksi, melainkan pada keawaman pelaku usaha terkait standarisasi produk internasional, kerumitan persyaratan administrasi bea cukai, regulasi spesifik perdagangan luar negeri, hingga strategi pemasaran digital lintas batas (cross-border digital marketing) agar produk mereka bisa dilirik buyer asing.
Hadirkan ‘Suhu’ Ekspor dari Kementerian hingga BUMN
Demi memberikan solusi yang tepat sasaran dan bukan sekadar teori motivasi kosong, Bimtek ini sengaja menghadirkan narasumber kelas berat yang memang berstatus sebagai praktisi dan pengambil kebijakan. Syofian sukses memboyong para ‘suhu’ di bidang perdagangan, di antaranya adalah Asisten Staf Ahli dari Kementerian Koperasi, Fasilitator Ekspor dari Kementerian Perdagangan, hingga Ketua Bidang Perdagangan Internasional dan Pemasaran Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) di bawah naungan BUMN ID FOOD.
Kehadiran perwakilan instansi pusat ini menjadi angin segar bagi 72 pengusaha muda yang hadir. Mereka tidak hanya dicekoki materi soal digital marketing dasar seperti cara beriklan di media sosial, tetapi juga dibongkar habis-habisan mengenai rahasia lolos quality control ekspor, cara mengurus dokumen pengiriman internasional, dan strategi jitu menjalin networking dengan distributor mancanegara.
“Melalui kegiatan ini kita ingin menjembatani para pelaku usaha agar produk UMKM di daerah agar bisa menembus pasar ekspor,” tambah politisi PKS tersebut menegaskan komitmennya. Fungsi jembatan inilah yang selama ini sering hilang, membuat pengusaha muda merasa berjuang sendirian di tengah rumitnya birokrasi.
Berani Bersaing dan Bawa Cuan dari Mancanegara
Lebih jauh, Syofian berharap ajang ini bisa menjadi inkubator bisnis yang efektif. Kehadiran fasilitator ekspor diharapkan mampu membuka akses informasi yang selama ini tertutup rapat sekaligus memberikan pendampingan berkelanjutan paska-Bimtek. Dengan pembekalan materi yang komprehensif, para pengusaha muda Kota Solok kini memiliki peta jalan (roadmap) yang sangat jelas mengenai tahapan apa saja yang harus dipenuhi sebelum memajang produk kebanggaan mereka di etalase global.
Bagi Syofian, pemberdayaan ini adalah investasi jangka panjang untuk mendongkrak roda perekonomian Sumatera Barat. Pengetahuan teknis dan jaringan strategis yang berhasil dibangun selama dua hari pelaksanaan Bimtek tersebut diharapkan benar-benar mampu mendorong UMKM lokal untuk segera naik kelas. Tidak ada lagi alasan untuk takut bersaing dengan produk impor, karena kini saatnya produk lokal yang melakukan invasi.
“Harapan kita UMKM Sumbar semakin kuat, produknya semakin berkualitas, dan memiliki keberanian serta kemampuan untuk bersaing di pasar internasional,” pungkasnya menaruh asa besar pada pundak para pengusaha muda tersebut.
Kini, bola panas ada di tangan para peserta. Berbekal ilmu digital marketing dan koneksi langsung dari kementerian, mampukah produk-produk unggulan dari Solok mendunia dan mencetak pundi-pundi devisa? (TI)



