
SOLOK, pentingbanget.com – Memasuki hari ketiga pascabencana galodo yang meluluhlantakkan sejumlah titik, aksi solidaritas kemanusiaan di kawasan Aro Suka, Kabupaten Solok, makin digenjot secara masif. Pada Kamis (24/9/2026), rombongan relawan PKS lintas daerah yang berasal dari Kabupaten Solok, Padang Panjang, Sawahlunto, hingga Solok Selatan kembali turun gunung menyisir lokasi terdampak untuk membantu percepatan pemulihan aktivitas warga.
Fokus Eksekusi Fisik: Bersihkan Puing Hingga Material Bencana
Jika di hari-hari pertama fokus utama penanganan adalah evakuasi dan distribusi makanan dari dapur umum, di hari ketiga ini para relawan mulai mengeksekusi pekerjaan fisik yang tak kalah menguras keringat. Bersama masyarakat setempat, mereka bahu-membahu menggelar aksi gotong royong massal untuk membersihkan tumpukan puing, bongkahan kayu, hingga lumpur sisa galodo yang masih mengotori lingkungan dan memblokir akses rumah warga.
Langkah taktis ini menjadi bukti nyata bahwa ikhtiar kemanusiaan tidak melulu soal drop paket logistik semata. Kehadiran bantuan tenaga di lapangan sangat krusial agar kawasan permukiman bisa segera bersih, sehingga masyarakat bisa perlahan menata kembali kehidupan mereka tanpa terhalang sisa-sisa reruntuhan.
Wabup Solok Sekaligus Ketua DPD PKS Angkat Bicara
Aksi militan para relawan lintas daerah ini langsung mendapat sorotan dan apresiasi khusus dari Ketua DPD PKS Kabupaten Solok yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Solok, Candra. Ia menilai kolaborasi antara elemen masyarakat, partai politik, dan pemerintah daerah adalah kunci utama dalam melewati masa krisis pascabencana.
“Kita sangat mengapresiasi militansi dan kepedulian teman-teman relawan yang rela datang dari berbagai daerah. Bencana galodo ini dampaknya cukup masif, jadi pemerintah daerah tentu butuh kolaborasi nyata dari berbagai pihak. Kehadiran relawan PKS yang ikut bergotong royong ini benar-benar menjadi energi tambahan buat warga Aro Suka agar bisa lebih cepat bangkit,” ujar Candra saat memantau progres pemulihan di lapangan.
Solusi Cepat Krisis Air: Bangun Fasilitas Tandon Darurat
Selain bersih-bersih lingkungan, Candra juga menyoroti satu masalah vital yang langsung direspons cepat oleh tim relawan: krisis air bersih! Menyadari bahwa jaringan pipa sering kali terputus total saat dihantam material galodo, relawan berinisiatif membuat dan memasang fasilitas tandon air (tadmond) khusus untuk warga terdampak.
“Fokus kita di masa tanggap darurat dan pemulihan ini tidak cuma soal membersihkan akses jalan, tapi juga memastikan pasokan air bersih warga aman. Pembuatan tandon air darurat yang diinisiasi kawan-kawan relawan ini sangat krusial agar urusan sanitasi dan kesehatan masyarakat tetap terjaga untuk keperluan sehari-hari,” tambah sang Wakil Bupati memberikan dukungannya.
Semangat gotong royong dan sinergi yang solid antara masyarakat, pemerintah daerah, dan para relawan ini diharapkan mampu memberikan suntikan moral yang positif. Kehadiran mereka meyakinkan para korban bahwa mereka tidak sendirian dalam berjuang melewati masa-masa berat ini. (MS)



