Akhirnya Duduk Bareng! Gubernur Mahyeldi Buka Ruang Dialog Terbuka dengan BEM SI Sumbar

Gubernur Mahyeldi Buka Ruang Dialog Terbuka dengan BEM SI Sumbar.
Gubernur Mahyeldi Buka Ruang Dialog Terbuka dengan BEM SI Sumbar.

PADANG, pentingbanget.com – Drama aksi demonstrasi mahasiswa yang sempet bikin panas jalanan kota akhirnya nemuin titik terang! Setelah sempat turun ke jalan pada tanggal 24 September 2026 bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional, para pentolan aktivis kampus yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Sumbar akhirnya dapat kesempatan emas. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, resmi ngebuka ruang dialog face-to-face bareng mereka pada hari Sabtu (3/10/2026) di Istana Gubernur Sumbar.

Pertemuan ini jelas bukan agenda seremonial biasa. Saking seriusnya menanggapi aspirasi mahasiswa ini, Mahyeldi sengaja bawa pasukan lengkap! Hampir semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang sering jadi sasaran kritik mahasiswa ikut dihadirkan, mulai dari Bappeda, Kesbangpol, Dinas Pendidikan, ESDM, Dinas Lingkungan Hidup, sampai BPBD dan Dinas Kehutanan.

Menurut Mahyeldi, forum ini sengaja dirancang agar aspirasi kritis dari kawan-kawan mahasiswa tidak hanya numpang lewat, tapi bisa langsung dibahas secara teknis sama instansi yang berwenang. “Dialog ini merupakan tindaklanjut dari aksi mahasiswa pada beberapa waktu yang lalu. Dalam pertemuan tadi, setiap aspirasi mahasiswa kita dengarkan dan diskusikan secara terbuka,” terang Mahyeldi dengan gaya kebapakannya.

Bukan Gak Mau Nemu pas Demo, Ini Alasan Mahyeldi!

Banyak yang nyinyir waktu aksi 24 September kemarin karena Mahyeldi nggak kelihatan batang hidungnya. Nah, di forum ini ia langsung kasih klarifikasi biar tidak ada miskomunikasi. Mahyeldi menegaskan kalau Pemprov Sumbar tidak pernah alergi sama kritik mahasiswa.

“Bukan kita tidak mau menemui, tapi karena memang di saat bersamaan kita sudah ada jadwal lain yang tidak bisa ditinggalkan. Maka oleh sebab itu, kita carikan waktu lain untuk menampung aspirasi dari para pengurus BEM, Alhamdulillah hari ini itu bisa kita laksanakan,” tegasnya.

Di depan para aktivis BEM SI, Mahyeldi juga memamerkan sejumlah amunisi kebijakan Pemprov untuk menjawab keluhan publik. Salah satu yang paling dibanggakan adalah inovasi Dashboard Pembangunan. Lewat sistem canggih ini, masyarakat biasa sekarang bisa kepo maksimal soal transparansi anggaran, realisasi proyek di lapangan, sampai info detail siapa pemenang tender proyek pemerintah! Selain itu, ia juga nge-spill aksi Pemprov dalam menjaga stabilitas harga pangan, di mana pemerintah langsung borong komoditas petani pakai skema pasar murah biar petani lokal nggak gigit jari pas harga lagi anjlok.

BEM SI Gaspol Bawa Tuntutan Panas: Dari Banjir Sampai Tambang Ilegal!

Dikasih panggung eksklusif di Istana Gubernur, jelas mahasiswa nggak mau buang kesempatan. Koordinator Lapangan BEM SI Sumbar, Nova Ramadhani, tampil ngegas nyampein seabrek uneg-uneg krusial yang selama ini jadi keresahan warga. Nggak cuma ngomongin mahalnya biaya UKT dan akses pendidikan, Nova juga nyentil soal mitigasi bencana hidrometeorologi yang dinilai masih lamban.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai masih menghadapi kekhawatiran ketika hujan turun dengan intensitas tinggi,” beber Nova. Ia menuntut Pemprov Sumbar buat berani nekan pemerintah kabupaten/kota biar lebih gercep nanganin pemulihan daerah pascabencana.

Tuntutan makin panas pas BEM SI nyenggol isu sensitif: aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI)! Mahasiswa dengan tegas meminta Pemprov melakukan kajian serius dan tindakan tegas terhadap PETI, terutama soal dampaknya yang bikin kualitas air Sungai Batanghari di Dharmasraya makin kritis. Nggak berhenti di situ, mereka juga mencurigai kalau aktivitas tambang ilegal inilah yang jadi biang kerok kelangkaan dan antrean panjang BBM jenis solar di berbagai SPBU di Sumbar!

Terakhir, mahasiswa juga ikut nimbrung ngingetin soal mega-proyek pemerintah pusat, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mewanti-wanti Pemprov agar mengawasi ketat para vendor katering penyedia makanan, biar program ini beneran nyampe perut anak sekolah sesuai gizi, bukan malah disunat di jalan.

Mengapa Ini Penting?

  • Ruang Aspirasi Elegan: Dialog di Istana Gubernur membuktikan bahwa jalanan bukan satu-satunya tempat untuk berdebat. Komunikasi face-to-face antara BEM SI dan Kepala OPD mempercepat proses pencarian solusi teknis.
  • Transparansi Digital: Pengenalan Dashboard Pembangunan oleh Gubernur Mahyeldi menjadi langkah maju bagi keterbukaan informasi publik di Sumbar.
  • Isu Lingkungan & PETI Jadi Sorotan: Kritik tajam mahasiswa terkait tambang emas ilegal (PETI) dan dampaknya terhadap kelangkaan solar dan pencemaran Sungai Batanghari memaksa Pemprov untuk mengambil tindakan nyata.
  • Kawal Program MBG: Mahasiswa mengambil peran aktif sebagai watchdog untuk mengawasi implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di level provinsi.

Di akhir sesi, Nova Ramadhani menegaskan bahwa BEM SI nggak butuh sekadar kata manis atau janji manis di atas kertas. “Kami tidak hanya meminta tanggapan saja, tapi kami meminta bentuk konkret, langkah konkret yang dilakukan oleh Pemprov,” pungkas Nova. Peringatan tegas dari mahasiswa ini jelas harus jadi cambuk buat jajaran Pemprov Sumbar. Ruang dialog udah dibuka, masalah udah dipetakan, sekarang giliran publik yang bakal terus memantau: apakah deretan aspirasi tadi bakal beneran dieksekusi jadi kebijakan nyata, atau cuma menguap jadi angin lalu? Kita tunggu aksi gercep Pemprov Sumbar selanjutnya! (TI)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *