
BOJONEGORO, pentingbanget.com — Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) yang diusung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terbukti tak sekadar membagi-bagikan bantuan. Lebih dari itu, inovasi ini sukses mendongkrak pendapatan warga sekaligus menghidupkan ekosistem dan rantai ekonomi lokal di tingkat desa.
Dampak positif tersebut salah satunya dirasakan oleh Indah Ratnasari, warga Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, yang menjadi penerima program GAYATRI sejak 2025. Dari bantuan ayam petelur yang dikelolanya, Indah rutin memanen dan memasarkan telur-telurnya setiap hari ke tetangga sekitar. Usaha ini memberinya tambahan kantong pendapatan bersih berkisar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.
“Alhamdulillah, sangat membantu. Telurnya bisa dijual setiap hari dan hasilnya dapat menambah pemasukan,” ungkap Indah penuh syukur, Selasa (8/9/2026).
Menariknya, efek domino program GAYATRI tak berhenti di tangan peternak. Telur-telur segar hasil panen harian ini menjadi pasokan utama bagi para pelaku usaha kuliner lokal. Suharti, seorang pedagang lauk-pauk di desa setempat, mengaku selalu memilih membeli telur dari peternak GAYATRI di lingkungannya.
“Telurnya fresh karena dipanen setiap hari. Selain itu, tidak perlu jauh-jauh membeli di tempat lain, cukup membeli dari tetangga sendiri,” jelas Suharti.
Putaran rantai ekonomi ini makin kencang berkat keterlibatan sektor swasta di kawasan tersebut. PT Shoufong, perusahaan yang beroperasi di Desa Prayungan, membuka akses bagi pedagang lokal untuk berjualan makanan dan kebutuhan harian kepada para pasukannya di area pabrik.
Hasilnya, telur dari peternak GAYATRI diolah oleh pedagang lokal menjadi aneka hidangan siap saji, lalu dijajakan kepada para pekerja pabrik setiap hari. Lewat ekosistem yang saling terhubung ini, GAYATRI membuktikan bahwa pemberdayaan berbasis komunitas mampu menggerakkan roda ekonomi desa secara mandiri dan berkelanjutan. (TI)



