Geger Tur Konser Ed Sheeran: Macklemore Didepak Gegara Teriak ‘Free Palestine’, Semua Musisi Pembuka Kompak Cabut!

Ed Sheeran mengatakan keputusan Macklemore dikeluarkan dari tur itu adalah karena permintaan dari pemilik stadion dan promotor. (PK Entertainment, Sound Rhythm dan AEG Presents).
Ed Sheeran mengatakan keputusan Macklemore dikeluarkan dari tur itu adalah karena permintaan dari pemilik stadion dan promotor. (PK Entertainment, Sound Rhythm dan AEG Presents).

JAKARTA, pentingbanget.com – Rangkaian tur konser megah Ed Sheeran bertajuk Loop Tour di Amerika Serikat mendadak berubah menjadi panggung drama dan aksi boikot besar-besaran. Bukan karena masalah teknis, logistik, atau penjualan tiket yang sepi penonton, melainkan karena isu politik kemanusiaan yang memanas di belakang panggung. Rapper kenamaan, Macklemore, secara mengejutkan resmi dipecat dan dikeluarkan dari sisa jadwal tur konser raksasa tersebut. Pemecatan ini terjadi tak lama setelah pelantun lagu Thrift Shop itu secara vokal menyuarakan dukungan kemerdekaan untuk Palestina di hadapan puluhan ribu penontonnya.

Langkah berani Macklemore yang meneriakkan Free Palestine dan menyatakan bahwa penderitaan rakyat Gaza tidak dilupakan, rupanya memicu kepanikan luar biasa di kalangan promotor. Imbasnya, keputusan sepihak dari pihak penyelenggara untuk mendepak Macklemore justru menjadi bumerang telak. Sederet nama besar yang dijadwalkan menjadi pengisi acara pembuka (opening act) konser Ed Sheeran memilih untuk ikut angkat kaki sebagai bentuk perlawanan dan solidaritas kemanusiaan.

Musisi Pembuka Mogok Massal, Finneas Beri Dukungan Penuh

Solidaritas kemanusiaan nyatanya jauh lebih kuat daripada sekadar kontrak dan bayaran manggung. Mengetahui rekan sejawatnya dibungkam, seluruh musisi pendukung Loop Tour langsung melakukan aksi walkout atau mogok tampil secara kolektif. Rowe, penyanyi yang sebelumnya ditunjuk sebagai salah satu pengganti Macklemore untuk sisa jadwal konser di Amerika Serikat, tanpa ragu memilih mundur. Hal serupa dilakukan oleh Beoga yang bertugas sebagai band pengiring dalam tur tersebut, serta musisi berbakat Finneas yang tadinya dijadwalkan tampil bersama Sheeran dalam rangkaian konser di kawasan Amerika Selatan pada akhir tahun ini.

Finneas, yang selama ini memang dikenal sangat vokal menyuarakan dukungannya terhadap krisis kemanusiaan, memberikan pernyataan yang sangat menohok. Kakak kandung dari superstar Billie Eilish ini tidak ragu pasang badan. Ia merasa pembungkaman terhadap karya dan opini musisi adalah sebuah kemunduran demokrasi yang tidak bisa ditoleransi.

“Seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka bersuara untuk pihak yang tertindas,” terang Finneas dalam unggahannya. “Saya berdiri bersama Palestina dan rakyatnya,” tegas pelantun lagu hit tersebut, memastikan posisinya tidak akan goyah demi pundi-pundi dolar dari tur konser.

Ed Sheeran Buka Suara, Bantah Terlibat dalam Pemecatan

Melihat jadwal konsernya terancam kacau balau dan ditinggal lari oleh para penampil pendukung, Ed Sheeran akhirnya angkat bicara untuk meluruskan bola salju yang makin membesar di internet. Melalui sebuah unggahan panjang di media sosialnya pada Rabu (16/9/2026), musisi asal Inggris tersebut membantah keras tudingan yang menyebut dirinya berada di balik keputusan untuk mendepak Macklemore. Ia menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki kuasa atas kontrak sang rapper.

“Keputusan untuk mengeluarkan Macklemore dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya,” tegas Ed Sheeran memberikan klarifikasi. “Kontrak Macklemore untuk tur ini adalah dengan pihak promotor, bukan dengan saya.”

Usut punya usut, sejumlah pemilik stadion yang menjadi lokasi konser telah memberikan peringatan keras kepada Messina Touring Group selaku pihak promotor. Mereka secara eksplisit mengancam akan membatalkan penyewaan venue jika Macklemore tetap diizinkan naik ke atas panggung. Terjepit oleh ancaman pembatalan acara dan potensi kerugian finansial raksasa, pihak promotor akhirnya memilih untuk mengorbankan Macklemore.

Terkait isu kemanusiaan yang sedang terjadi, Ed Sheeran menegaskan bahwa dirinya juga memiliki empati, meski memilih cara penyampaian yang berbeda. “Saya sangat prihatin dengan konflik antara Israel dan Palestina. Penderitaan dan rasa sakit yang dialami kedua belah pihak merupakan tragedi kemanusiaan,” tulis Ed. “Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak peduli. Mereka yang datang ke pertunjukan saya tidak mengharapkan forum politik. Saya menghormati keteguhan tujuan Macklemore.”

Campur Tangan Miliarder dan Tekanan Ormas

Pemecatan Macklemore nyatanya bukan murni inisiatif bisnis promotor semata. Ada tekanan sistematis dari luar yang begitu masif. Organisasi Israeli-American Council (IAC) dilaporkan langsung meluncurkan petisi yang menuntut agar Macklemore segera dicoret dari sisa rangkaian tur Loop. IAC menilai panggung konser tidak sepatutnya disalahgunakan untuk mempromosikan agenda yang mereka nilai memojokkan salah satu pihak.

Tak hanya itu, nama miliarder berpengaruh, Robert Kraft, juga santer dikabarkan ikut campur tangan di balik layar. Kraft disebut-sebut menghubungi manajemen Ed Sheeran secara langsung untuk memastikan Macklemore dilarang tampil. Kraft bahkan dituding menggalang kekuatan dan menekan para pengelola stadion di berbagai negara bagian agar kompak menolak kehadiran rapper pemenang Grammy tersebut.

Bagi Macklemore, kehilangan kontrak tur raksasa mungkin sangat menyakitkan secara finansial, namun prinsip kemanusiaannya tidak bisa ditawar. Melalui pernyataan resminya pada Senin (14/9/2026), Macklemore membenarkan adanya campur tangan tokoh tertentu dan meminta publik tidak menyalahkan Ed Sheeran atas situasi ini. Konsistensi Macklemore dalam membela kemerdekaan Palestina memang bukan hal baru. Pada pertengahan 2024 lalu, ia bahkan berani merilis lagu fenomenal berjudul Hind’s Hall, yang secara khusus didedikasikan untuk mengenang Hind Rajab, seorang gadis kecil Palestina yang tewas mengenaskan dalam serangan di Gaza.

Kini, dengan mundurnya seluruh musisi pembuka secara bersamaan, tur Ed Sheeran terancam kehilangan momentum dan daya tariknya. Aksi solidaritas yang ditunjukkan oleh para musisi ini menjadi bukti nyata bahwa industri musik dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja dan mustahil dipisahkan dari pusaran krisis kemanusiaan global. (MS)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *