Bebas dari Rasa Takut! Pemkab Lumajang Gebrak Program BSAN di Sekolah

Pemkab Lumajang Gebrak Program BSAN di Sekolah
Pemkab Lumajang Gebrak Program BSAN di Sekolah.

LUMAJANG, pentingbanget.com – Nggak ada lagi cerita murid datang ke sekolah sambil deg-degan ketakutan atau guru yang cemas saat mau menegakkan kedisiplinan! Mengambil langkah super konkret buat menciptakan iklim pendidikan yang ramah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang resmi memperkuat penerapan Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman (BSAN). Langkah gercep ini dihadirkan buat mencegah berbagai aksi pelanggaran di lingkungan sekolah lewat pendekatan yang jauh lebih edukatif, komunikatif, dan humanistis!

Sebagai bentuk pemanasan, penerapan BSAN ini sudah mulai diuji coba secara langsung (sampling) di dua sekolah, yakni SDN Tompokersan 03 dan SMPN 2 Tempeh. Konsep ini membalik metode lama yang biasanya baru heboh bertindak setelah kekerasan atau perundungan terjadi. Lewat BSAN, sekolah didorong untuk memutus potensi masalah sejak awal melalui manajemen kelas yang partisipatif, komunikasi yang sehat, serta cara penyelesaian konflik yang bikin murid paham kesalahan tanpa merasa dipojokkan!

Disiplin Tetap Jalan, Tapi Perlindungan Anak Nomor Satu!

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, menegaskan bahwa rasa aman adalah kunci utama agar kegiatan belajar-mengajar bisa berjalan makin efisien dan menyenangkan. Menurutnya, atmosfer yang aman nggak cuma dibutuhkan oleh para siswa di kelas, tapi juga sangat krusial bagi para tenaga pendidik dalam menjalankan kewajibannya secara profesional.

“Ketika peserta didik merasa aman dan nyaman, proses belajar akan berjalan lebih baik. Guru juga harus merasa aman dalam menjalankan tugas mendidik dan mendisiplinkan siswa secara edukatif,” ungkap Patria saat memberikan penjelasan resmi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sebagaimana dikutip dari rilis InfoPublik.

Pendekatan BSAN ini membuktikan bahwa penegakan kedisiplinan dan perlindungan anak sebenarnya bisa berjalan beriringan tanpa harus saling mengorbankan! Siswa tetap dituntut untuk disiplin dan paham aturan, namun proses pendisiplinannya dilakukan lewat cara-cara yang membangun karakter, bukan malah meninggalkan trauma.

Bentuk Pokja Khusus dan Gandeng Program INOVASI

Keseriusan Pemkab Lumajang dalam menggarap program ini nggak main-main! Usut punya usut, langkah ini diperkuat langsung dengan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman berdasarkan Keputusan Bupati Lumajang. Tak tanggung-tanggung, Pokja ini diketuai langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang dengan melibatkan berbagai lintas unsur pemerintah daerah.

Bukan cuma memperkuat struktur di tingkat atas, Dindikbud Lumajang juga bergerak cepat di lapangan dengan menggandeng Program INOVASI. Kerja sama ini diwujudkan lewat gelaran Training of Facilitators (ToF) BSAN untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) yang telah sukses dilangsungkan pada 25–27 September 2026 lalu di Aula Kantor Dindikbud Lumajang.

Pelatihan intensif selama tiga hari tersebut membekali 10 fasilitator SD dan 13 guru kelas dengan materi-materi krusial. Mulai dari pemahaman konsep BSAN, pendekatan psikologis anak, strategi fasilitasi kelas, hingga teknik pengelolaan kelas secara interaktif. Para peserta ToF ini nantinya bakal diplot sebagai ‘agen perubahan’ yang bertugas menyebarluaskan praktik-praktik baik BSAN ke sekolah-sekolah lain di seluruh wilayah Lumajang.

Siap Diperluas ke Seluruh Satuan Pendidikan

Penerapan awal di SDN Tompokersan 03 dan SMPN 2 Tempeh kini menjadi pilot project penting untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan BSAN di lapangan. Hasil evaluasi dari dua sekolah contoh ini nantinya bakal dijadikan bahan penyempurnaan sebelum model BSAN diadopsi secara menyeluruh oleh seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Lumajang.

Lewat terobosan ini, Pemkab Lumajang mematok standar baru dalam dunia pendidikan daerah: kedisiplinan tidak boleh lagi dibangun di atas rasa takut, melainkan lewat aturan yang jelas, pendampingan yang hangat, serta komunikasi dua arah yang membantu siswa tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab!

Mengapa Ini Penting?

  • Kedisiplinan Tanpa Intimidasi: Mengubah paradigma pendisiplinan siswa dari yang dulunya berbasis rasa takut atau hukuman fisik menjadi pendekatan edukatif dan dialogis.
  • Payung Hukum & Komitmen Kuat: Pembentukan Pokja resmi lewat SK Bupati yang diketuai Sekda membuktikan komitmen Pemkab Lumajang dalam memberantas kekerasan di lingkungan sekolah.
  • Perlindungan Dua Arah: BSAN tidak hanya melindungi hak-hak anak dari kekerasan, tetapi juga memberikan kepastian rasa aman bagi guru dalam mendidik tanpa rasa cemas.

Inisiatif proaktif Pemkab Lumajang ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Jawa Timur. Jika penerapan BSAN di SDN Tompokersan 03 dan SMPN 2 Tempeh sukses besar, bukan tidak mungkin model sekolah ramah, aman, dan tanpa rasa takut ini bakal jadi inspirasi nasional untuk menciptakan ruang belajar yang benar-benar memanusiakan manusia! (TI)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *