
PADANG, pentingbanget.com – Buat kamu para millennial dan Gen Z yang sekarang udah jadi orang tua muda, pasti sering pusing mikirin cara seru buat ngenalin budaya Minang ke anak-anak yang udah melek gadget. Nah, sekarang nggak usah bingung lagi! Lewat program Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku), baru aja diluncurkan inovasi super kece bernama “Smart Book CariTopia” di Mini Teater Gedung Perpustakaan Kota Padang, pada Selasa (29/9/2026).
Acara yang dibuka langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Rahmat, ini jadi bukti nyata kalau melestarikan budaya itu nggak harus selalu jadul. Dengan dukungan Program Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Tahun Anggaran 2026, buku cerita anak ini sukses disulap jadi lebih ‘hidup’ dan interaktif lewat sentuhan teknologi Augmented Reality (AR).
4 Judul Buku yang Bikin Budaya Minang Makin Dekat
Ketua Komunitas Kreasi Andalas Nusantara (KAN), Rifky Satria Jamal, punya visi yang visioner banget nih soal pelestarian budaya. Menurutnya, warisan leluhur itu nggak bakal bertahan lama kalau cuma disimpan rapi di lemari atau dikenalkan lewat teks kaku.
“Bagi kami, budaya tidak cukup hanya disimpan sebagai warisan atau dikenalkan melalui buku. Budaya harus dibaca, diceritakan, dipraktikkan, dan dirasakan oleh generasi berikutnya. Karena itu, kami melihat kehadiran buku dan teknologi sebagai sebuah jembatan untuk membuat anak-anak semakin dekat dengan literasi sekaligus semakin mengenal budaya mereka,” ujar Rifky dengan penuh semangat.
Dalam peluncuran kali ini, Smart Book CariTopia langsung menghadirkan 4 judul buku yang kental banget sama nilai-nilai luhur Minangkabau. Ada buku cerita tentang filosofi “Rumah Gadang”, panduan adab “Sumbang 12” (Sumbang Duo Baleh), tata krama berbicara lewat “Kato Nan Ampek”, hingga sejarah panjang “100 Tahun Jam Gadang”.
Bukan Sekadar Buku, Ini ‘Jembatan’ Lintas Generasi!
Acara launching ini makin meriah dengan adanya sesi Read Aloud, penampilan dongeng interaktif dari teman-teman KUAS dan CERITA (Maisarah dan Fafay), hingga hiburan Tari Anak Tradisional. Maisarah, salah satu penampil, mengaku sangat antusias bisa terlibat langsung dalam proyek literasi modern ini.
“Alhamdulillah, kami dari KUAS DAN CERITA sangat senang bisa menjadi bagian dari peluncuran buku cerita anak e-art hari ini. Bagi kami, ini bukan sekadar buku, tapi sebuah cara untuk mendekatkan anak-anak dengan budaya Minangkabau melalui cerita dan gambar dengan tetap melek teknologi terkini. Semoga buku ini bisa terus menjadi jembatan agar anak-anak mengenal, mencintai, dan kelak ikut mewariskan budaya kita,” ungkap Maisarah.
Nggak cuma launching dan storytelling, acara ini juga jadi ajang berbagi lewat penyerahan hibah 150 eksemplar buku AR Smart Book CariTopia. Kehadiran para orang tua yang antusias membacakan buku untuk anak-anaknya di akhir acara juga jadi pemandangan manis yang sukses bikin melting. (TI)



