
BIREUEN, pentingbanget.com – Kabar gembira buat kamu warga Aceh yang mobilitasnya sering wara-wiri melintasi jalur darat lintas nasional! Pembangunan jembatan permanen Kutablang A yang membentang gagah di lintasan super strategis Banda Aceh-Medan akhirnya resmi rampung seratus persen. Berlokasi tepat di Desa Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, jembatan krusial ini sudah langsung diuji coba lewat pembukaan akses jalur perdana alias open traffic pada hari Minggu (20/9/2026).
Beroperasinya urat nadi transportasi darat ini menjadi angin segar setelah bencana hidrometeorologi dahsyat menghantam wilayah Sumatra pada November tahun lalu. Bencana kelam tersebut sempat melumpuhkan total aktivitas ekonomi warga akibat hancurnya 12 jembatan rangka baja di sepanjang aliran Krueng Peusangan, Bireuen.
Kolaborasi BUMN dan Lokal, Terapkan Teknologi Incremental Launching
Untuk memastikan infrastruktur ini dibangun dengan standar kelayakan top, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen tidak main-main dalam mengalokasikan dana. Total pagu anggaran paket penanganan darurat dan infrastrukturnya menyentuh angka fantastis Rp251 miliar, dengan porsi nilai kontrak khusus pembangunan fisik jembatan mencapai Rp107,5 miliar.
Dana raksasa ini disalurkan untuk membiayai pengerjaan komprehensif berteknologi tinggi. Proyek yang dieksekusi oleh kolaborasi apik antara BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor utama dengan kontraktor lokal PT Krueng Meuh ini melibatkan pemasangan jembatan bailey darurat, struktur utama baja girder, pengecoran dinding pengaman beton (parapet), hingga penerapan teknologi konstruksi mutakhir metode incremental launching.
Penjelasan Safrizal ZA Soal Transisi Administratif
Meski sukses dibuka untuk publik, proyek ambisius ini sejatinya ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026 lalu. Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, menjelaskan bahwa penggeseran target tersebut murni diakibatkan oleh urusan administratif negara, bukan kendala teknis di lapangan.
“Karena jembatan Kutablang A mulai dibangun pada masa tanggap darurat, maka ketika terjadi perubahan status dari tanggap darurat ke fase rehabilitasi dan rekosntruksi resmi, maka harus dilakukan penyesuaian mekanisme kerja dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Maka target pun bergeser,” jelas Safrizal membeberkan proses administrasi yang sempat menunda pengerjaan hingga satu bulan lamanya.
Namun, kendala tersebut berhasil diatasi dengan kedisiplinan tingkat tinggi dari seluruh stakeholder yang terlibat. Safrizal yang pernah menjabat sebagai Pj Gubernur di Kalsel, Babel, dan Aceh ini secara terbuka memberikan apresiasi tertingginya atas sinergi luar biasa di lapangan.
“Alhamdulillah. Berkat kerjasama seluruh pihak, ketekunan dan kedisiplinan, akhirnya jembatan Kutablang A selesai dibangun tepat waktu. Dan pada hari Minggu, 20 September 2026, hari ini, jembatan tersebut telah dibuka untuk umum oleh Kementerian PU,” sebut Safrizal melalui keterangan resminya.
Fokus Beralih ke Jembatan Teupin Mane dan Pante Lhong
Dengan dibukanya akses jalan di Kutablang A, arus lalu lintas kini dipindahkan sepenuhnya ke jembatan permanen. Sementara itu, jembatan lama di sisi sebelahnya yang selama ini dipasangi rangka bailey akan ditutup sementara untuk menjalani proses perbaikan total. Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri tersebut juga mengingatkan kontraktor untuk terus merawat bailey agar jalur logistik tidak terputus di tengah jalan.
PR pemerintah nyatanya belum sepenuhnya usai. Saat ini, tinggal satu lagi jembatan berstatus kewenangan nasional yang masih dalam tahap perampungan, yakni Jembatan permanen Teupin Mane di lintas nasional Bireuen-Takengon yang diproyeksikan selesai pada Desember 2026. Di sisi lain, Pemkab Bireuen yang dipimpin oleh H. Mukhlis juga tengah mengebut pembangunan Jembatan Pante Lhong menggunakan dana kucuran dari pusat, serta merencanakan pembangunan tiga jembatan rangka baja tambahan pada tahun 2027 mendatang. (TI)



