
BOGOR, pentingbanget.com – Gaya komunikasi kaku ala birokrat zaman old sepertinya bakal segera tamat riwayatnya! Presiden Prabowo Subianto baru aja ngasih ‘sentilan’ halus tapi tegas buat jajaran pengelola komunikasi Istana. Usut punya usut, pada Minggu (4/10/2026) sore kemarin, Presiden secara khusus memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Syahganda Nainggolan, bareng Wakil Kepala Bakom, Fadli Tri Hartono, buat merapat ke kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Agenda utamanya? Merombak total cara pemerintah ngobrol sama rakyatnya!
Pertemuan krusial di akhir pekan ini emang nggak main-main. Sebagaimana dikonfirmasi dari unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet) yang dikutip oleh CNBC Indonesia dan detikcom, Presiden Prabowo ngasih arahan yang straight to the point. Intinya, beliau pengen banget peran Bakom ini makin powerful tapi tetep merakyat dalam menyampaikan program dan hasil kerja ke publik.
Dalam diskusi di Hambalang tersebut, Prabowo menekankan dengan keras kalau komunikasi pemerintah itu harus gampang dicerna sama semua kalangan. Nggak perlu lagi deh pakai istilah-istilah langit yang njelimet alias susah dimengerti. Presiden menuntut penggunaan bahasa yang sederhana, lugas, dan pastinya nyambung sama bahasa sehari-hari masyarakat! Tujuannya jelas, biar program-program kece yang lagi digarap kementerian bisa bener-bener dipahami manfaatnya oleh warga, mulai dari kalangan elit sampai masyarakat di pelosok desa.
Jangan Cuma Pamer Program, Jelasin Dong Logika di Baliknya!
Ada satu poin super menarik yang digarisbawahi oleh Presiden dalam pertemuan sore itu. Selama ini, instansi pemerintah sering kali cuma fokus buat “jualan” program alias sekadar pamer apa aja proyek yang udah dikerjakan. Nah, di era pemerintahan saat ini, Prabowo pengen mindset kayak gitu diubah total!
“Bukan hanya menyampaikan apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi juga menjelaskan arah dan pemikiran di balik setiap kebijakan,” tulis akun resmi @sekretariat.kabinet dalam rilisnya. Artinya, rakyat nggak cuma disuapin hasil akhir berupa angka atau klaim keberhasilan, tapi juga diajak mikir dan diedukasi soal kenapa sebuah kebijakan itu harus diambil.
Langkah ini jelas jadi angin segar buat ekosistem informasi kita. Gen Z dan Milenial zaman now kan emang kritis-kritis banget, bestie! Kalau pemerintah bikin aturan baru, publik pasti nanya “Emang urgensinya apa?”. Nah, jajaran Bakom pimpinan Syahganda Nainggolan sekarang punya PR besar buat ngejelasin why-nya atau alasan filosofis di balik tiap kebijakan, biar publik nggak gampang kemakan hoaks atau suudzon duluan sama niat baik Istana.
Wajib Buka Telinga Lebar-Lebar Buat Tampung Keluhan dan Kritik!
Nggak cuma nyuruh anak buahnya jago ngomong, Prabowo juga mewajibkan petinggi Bakom buat jago mendengar! Yap, Presiden secara khusus mengingatkan agar institusi ini bukan cuma sekadar corong sepihak atau toa pengumuman dari pemerintah ke rakyat. Lebih dari itu, mereka harus bisa jadi “telinga” yang awas bagi Istana.
Presiden menginstruksikan agar Bakom proaktif mendengarkan masukan, menampung setiap keluhan, bahkan menerima kritik pedas sekalipun dari masyarakat luas. Nggak berhenti sampai di situ, aspirasi atau uneg-uneg warga yang udah ditangkap itu wajib hukumnya buat diterusin langsung ke kementerian atau lembaga terkait yang ngurusin sektor tersebut.
Bahkan, Prabowo minta keluhan masyarakat itu juga dilaporin langsung ke meja Presiden! Ini bener-bener komitmen keren yang patut dikawal. Bakom kini resmi difungsikan jadi jembatan dua arah yang real-time. Kalau ada jalan rusak yang dicuekin, kebijakan menteri yang bikin ribet di lapangan, atau pelayanan publik yang lelet, Bakom harus gercepnyampein aduan itu biar langsung dieksekusi perbaikannya!
Era Baru Komunikasi Terbuka, Bye-bye Pejabat Anti-Kritik!
Harapan besar dari pertemuan strategis di Hambalang ini adalah terciptanya ekosistem komunikasi pemerintah yang jauh lebih terbuka, dialogis, dan pastinya berkesinambungan. Sinergi antara birokrasi pemerintah, media massa, dan masyarakat umum harus berjalan beriringan tanpa ada sekat pembatas yang bikin awkward.
Dengan komunikasi yang cair dan responsif, setiap kebijakan dan pemikiran Presiden bisa nyampe ke grassroot secara utuh. Di sisi lain, Istana juga memastikan bahwa suara dan jeritan hati masyarakat di lapisan paling bawah beneran didengar oleh para pengambil keputusan.
Mengapa Ini Penting?
- Perombakan Gaya Komunikasi: Presiden Prabowo mewajibkan seluruh jajaran pemerintah melalui Bakom untuk meninggalkan bahasa birokrasi yang rumit dan beralih menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami rakyat.
- Edukasi Kebijakan: Pemerintah kini dituntut untuk selalu transparan dalam menjelaskan pemikiran dan alasan logis di balik setiap kebijakan yang dikeluarkan, bukan sekadar pamer hasil kerja.
- Kanal Aduan Langsung: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) resmi ditugaskan menjadi penyambung lidah dua arah, bertugas menampung keluhan dan kritik warga untuk diteruskan langsung kepada Presiden dan kementerian terkait.
Instruksi langsung dari Presiden Prabowo di Hambalang ini jelas jadi warning keras buat seluruh pejabat pemerintah agar berhenti bersikap kaku dan anti-kritik! Lewat peran aktif Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) yang baru, publik kini menaruh ekspektasi besar akan hadirnya era keterbukaan informasi yang benar-benar memanusiakan warga. Mari kita pantau bareng-bareng, apakah gebrakan komunikasi dua arah ini beneran terwujud di lapangan, atau sekadar manis di awal saja? Kita tunggu action nyata dari duet Syahganda Nainggolan dan Fadli Tri Hartono! (TI)



