
PADANG, pentingbanget.com – Era digital makin mengganas, kalau bisnis UMKM masih pakai cara old school, siap-siap aja kegilas sama kompetitor! Sadar betul akan pentingnya adaptasi teknologi ini, Program Studi (Prodi) Kewirausahaan Universitas Adzkia langsung ambil langkah konkret dan merespons cepat dinamika zaman. Mereka sukses menggelar agenda Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 10 pelaku UMKM lokal Kota Padang yang tergabung dalam wadah Tangan Di Atas (TDA) Community.
Topik yang diangkat dalam diskusi ini bener-bener relatable dengan kebutuhan bisnis masa kini, yaitu “Penggunaan AI untuk Membantu Usaha UMKM: Manfaat, Kendala, dan Harapan ke Depan”. Riset lapangan yang tajam ini dimotori langsung oleh para akademisi andal Universitas Adzkia, yakni Relifra, S.E., M.M. selaku Ketua Penelitian, dengan didampingi oleh Eko Fikriando, S.E., M.M. sebagai Anggota Penelitian. Kehadiran akademisi ini membuktikan bahwa dunia kampus siap turun gunung buat ngebantu memecahkan masalah riil para pelaku usaha.
Bedah Tuntas Manfaat AI di Lapangan
Berdasarkan hasil pemetaan dari tim peneliti, terungkap fakta menarik kalau aplikasi berbasis Artificial Intelligence(AI) sebetulnya sudah mulai akrab di kalangan pelaku UMKM. Aplikasi cerdas dan instan semacam ChatGPT, Canva AI, sampai Meta AI sukses jadi senjata andalan mereka buat menggenjot kegiatan pemasaran digital.
Ketua Penelitian, Relifra, S.E., M.M., menjelaskan bahwa tujuan utama dari riset dan FGD ini adalah untuk memperkuat data kuantitatif terkait kesiapan UMKM merangkul teknologi, serta mendengarkan langsung apa saja pain points (kendala) mereka di lapangan.
“Penggunaan AI di kalangan UMKM Padang memang sudah menunjukkan tren positif, terutama untuk membantu pembuatan materi promosi, menyusun caption, hingga mencari ide konten dan desain visual. Namun, pemanfaatannya belum sepenuhnya merata ke fungsi keuangan, pengelolaan stok, dan operasional. Lewat FGD inilah kami ingin menggali apa saja kendalanya secara langsung, sehingga ke depannya kita bisa merumuskan solusi dan pendampingan yang tepat sasaran bagi UMKM,” terang Relifra memaparkan esensi dari riset yang digawanginya.
Dampak Positif vs Kendala yang Bikin Puyeng
Kalau ngomongin impact, para peserta dari TDA Community sepakat banget kalau AI sukses bikin efisiensi waktu meroket tajam! Nggak cuma menekan biaya promosi, AI juga bikin kualitas konten jualan jadi lebih eye-catching. Efek sosialnya pun terasa langsung; pelaku UMKM jadi makin pede (percaya diri) untuk berekspansi di ekosistem ekonomi digital.
Sayangnya, jalan menuju transformasi ini nggak semuanya mulus. Banyak UMKM yang curhat kalau mereka masih sering dibikin puyeng gara-gara keterbatasan literasi digital. Mereka kerap kebingungan cara menyusun instruksi (prompt) yang benar agar mesin AI ngasih jawaban yang pas. Belum lagi urusan klise soal pencatatan data usaha yang masih berantakan, bikin AI kesulitan ngasih analisis keuangan yang akurat.
Nah, dari temuan ini, para peserta berharap banget Universitas Adzkia dan TDA Community bisa terus berkolaborasi menghadirkan pelatihan AI yang praktis dan to the point, bukan sekadar teori ndakik-ndakik di atas kertas.
Mengapa Ini Penting?
- Kolaborasi Kampus dan Praktisi: Sinergi Prodi Kewirausahaan Universitas Adzkia dengan TDA Community Padang menjadi langkah strategis untuk memetakan dan menjembatani kesenjangan adopsi teknologi di sektor UMKM.
- Tantangan Literasi AI: Meskipun UMKM sudah mulai terbiasa menggunakan AI (seperti ChatGPT dan Canva) untuk promosi, namun pemanfaatannya di bidang manajemen stok dan keuangan masih terhambat minimnya literasi digital.
- Butuh Pelatihan Praktis: Para pengusaha lokal mendesak diadakannya pelatihan yang difokuskan pada praktik langsung, khususnya dalam pembuatan rumusan prompt (instruksi) yang tepat sesuai studi kasus bisnis masing-masing.
Langkah gercep akademisi Prodi Kewirausahaan Universitas Adzkia di bawah komando Relifra dan Eko Fikriando ini ngasih sinyal kuat bahwa memajukan UMKM emang nggak bisa dikerjakan sendirian. Harus ada support system yang solid biar pelaku usaha kita nggak cuma jadi penonton di era disrupsi teknologi. Harapannya, hasil riset mendalam dari FGD ini segera di-follow up menjadi program pendampingan berkelanjutan. Yuk, kita tunggu gebrakan selanjutnya, biar UMKM Sumatera Barat makin unbeatable dan mendominasi pasar nasional. (TI)



