
PADANG, pentingbanget.com – Momen masuk kampus baru emang selalu bikin deg-degan campur excited. Nah, euforia ini juga lagi dirasain banget sama ratusan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar Risalah Sumatera Barat. Nggak mau sekadar ngadain acara orientasi kampus yang garing atau penuh perpeloncoan yang toxic, kampus Islam di Sumatera Barat ini resmi menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 dengan konsep yang super edukatif. Acara ini digelar secara maraton selama tiga hari penuh, mulai dari tanggal 14 hingga 16 September 2026.
Tahun ini, panitia sengaja mengusung tema besar yang sangat bermakna, yakni “Ar Risalah Muda: Meneguhkan Identitas Qurani, Menguatkan Intelektualitas, Merawat Harmoni Menuju Peradaban Rahmatan lil ‘Alamin”. Melalui tema ini, mahasiswa tidak sekadar diajak kenalan dengan gedung kampus, tapi langsung didoktrin nilai-nilai positif agar kelak menjadi sarjana yang cerdas otaknya sekaligus mulia karakternya.
Sambut Mahasiswa Baru, Pimpinan Patok Target Universitas 2030
Ketegasan visi kampus ini langsung terasa saat acara pembukaan resmi. Ketua Dikti Yayasan Waqaf Ar Risalah sekaligus Ketua Senat STAI Ar Risalah Sumatera Barat, Mulyadi Muslim, memberikan sambutan hangat sekaligus membocorkan grand design institusi ke depannya. Ia tidak hanya menyapa para generasi muda, tetapi juga memberikan janji kemajuan institusi.
“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di kampus kebanggaan kita. Perlu diketahui bersama, kita memiliki visi besar ke depan, di mana kita menargetkan paling lambat pada tahun 2030 nanti, STAI Ar Risalah sudah beralih status menjadi sebuah Universitas,” tegas Mulyadi Muslim di hadapan ratusan maba yang langsung disambut riuh tepuk tangan.
Langkah progresif kampus ini juga langsung mendapat standing ovation dari jajaran petinggi pendidikan wilayah setempat. Sekretaris Kopertais Wilayah VI, Muhammad Fadli, yang turut hadir memberikan arahan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyelenggara.
“Kami dari Kopertais sangat mengapresiasi STAI Ar Risalah Sumatera Barat dalam mengadakan kegiatan PBAK yang terstruktur ini. Kalian sebagai mahasiswa baru sangat beruntung bisa masuk ke kampus yang sangat bernuansa Islami ini, di mana ilmu dunia dan akhirat berjalan seimbang,” ungkap Fadli memberikan motivasinya.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, M. Wahyudi, memastikan bahwa maba tidak akan bosan selama kegiatan berlangsung.
“Kegiatan PBAK ini akan dilaksanakan selama 3 hari penuh, di mana kami telah menyiapkan berbagai materi daging dan pelatihan keterampilan dasar yang sangat krusial bagi mahasiswa baru untuk memulai perkuliahan,” terangnya.
Hari Pertama: Kuliah Tamu Lulusan Oxford Hingga Konten Kreatif
Berdasarkan jadwal resmi dari kepanitiaan, hari pertama pada Senin (14/09/26), langsung diisi dengan agenda padat sejak pagi. Setelah proses registrasi, acara dibuka oleh MC yang membawakan acara dalam dua bahasa, yakni Indonesia dan Arab. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa, acara dilanjutkan dengan sambutan resmi dari Ketua STAI Ar Risalah, Erwan. Mahasiswa kemudian diajak mengenal seluk-beluk kampus melalui materi Profil STAI Ar Risalah, sistem keuangan, dan penggunaan portal akademik SIMAK.
Masuk ke sesi siang, mahasiswa langsung dicekoki materi “daging” yang mencerahkan pikiran. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah sesi motivasi skill bahasa asing yang dibawakan langsung oleh Hamdi Putra Ahmad, seorang lulusan bergengsi dari Oxford University sekaligus peraih beasiswa LPDP.
Mahasiswa baru juga diajak buat lebih melek terhadap isu sosial lewat materi Etika Interaksi Sosial yang dibawakan oleh Fauzan Anshari. Sesi ini mengupas tuntas bahaya bullying, dampak LGBT, dan pergaulan bebas. Menariknya, para maba juga langsung ditantang praktik membuat karya konten kreatif digital yang sejalan dengan hukum dan norma agama.
Hari Kedua: Perkuat Spiritual dan Adu Gengsi Unit Kegiatan Mahasiswa
Masuk hari kedua, Selasa (15/09/26), panitia mulai menggembleng ketahanan spiritual mahasiswa. Rangkaian kegiatan dimulai pagi buta dengan sholat tahajud mandiri, dilanjutkan sholat subuh berjamaah di Masjid Jabal Nur, dan lantunan dzikir Al-Matsurat bersama. Setelah jiwa terasa tenang, mereka kembali diasah secara akademis lewat kelas Tahsin Al-Qur’an bersama Nanda Andika Yufa. Agenda kemudian disambung dengan sesi Tarbiyah atau mentoring pembentukan karakter pribadi muslim yang dipimpin oleh Amdahurifky.
Tidak ketinggalan, ada sesi pelatihan Academic Writing bersama Fahmi Achta Pratama, yang super penting buat bekal mengerjakan tugas makalah kuliah. Siangnya, maba diajak kenalan lebih intim dengan para ketua program studi dari lima prodi andalan kampus, yakni Prodi Ekonomi Syariah, Pendidikan Agama Islam, Sastra Arab, Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta Pariwisata Syariah. Sore harinya, suasana berubah meriah lewat parade pengenalan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) dan UKM seperti BEM, MPM, LDK, dan KSEI.
Hari Ketiga: Mengabdi ke Masyarakat dan Sumpah Mahasiswa
Di hari terakhir penyelenggaraan, Rabu (16/09/26), mahasiswa kembali memulai rutinitas ibadah pagi dan langsung dihadapkan pada ujian praktik Tahsin. Setelah itu, mereka langsung diterjunkan untuk melakukan aksi nyata melalui program Bakti Sosial. Ini adalah wujud pembuktian bahwa mahasiswa Ar Risalah memiliki empati tinggi terhadap masyarakat sekitar. Setelah cukup lelah mengabdi, suasana dicairkan lewat berbagai games seru dan adu yel-yel antar kelompok.
Rangkaian panjang PBAK 2026 ini akhirnya ditutup secara khidmat pada sore hari. Puncak seremoni penutupan ditandai dengan prosesi penyerahan serta pemakaian jas almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa laki-laki dan perempuan oleh unsur pimpinan STAI. Bersama-sama, ratusan maba ini menggemakan Ikrar Mahasiswa yang menjadi janji suci mereka. Acara benar-benar rampung usai penyerahan reward, menyanyikan Hymne STAI Ar Risalah, dan sesi foto bersama yang penuh kehangatan. (TI)



