Diserbu Warga, Kapal Medis doctorSHARE Bawa Layanan Kesehatan Gratis ke Pelosok Maluku

Kapal Medis doctorSHARE Bawa Layanan Kesehatan Gratis ke Pelosok Maluku.
Kapal Medis doctorSHARE Bawa Layanan Kesehatan Gratis ke Pelosok Maluku.

LANGGUR, pentingbanget.com – Akses pelayanan kesehatan yang merata di wilayah kepulauan terluar masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Namun, angin segar baru saja dirasakan oleh warga Pulau Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara. Kehadiran kapal medis dari tim doctorSHARE langsung diserbu warga yang antusias mendapatkan pengobatan gratis.

Penanggung Jawab Medis doctorSHARE, Ilman Arif A., mengungkapkan bahwa pada hari pertama pelayanan, Selasa (8/9/2026), antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Hal ini membuktikan betapa mendesaknya kebutuhan akses kesehatan dan kehadiran tenaga medis spesialis di wilayah pelosok.

“Jumlah beneficiaries (penerima manfaat) pada hari pertama, Selasa (8/9/2026), mencapai 112 orang,” terang Ilman pada Rabu (9/9/2026).

Dari total 112 warga yang datang, keluhan kesehatan yang ditangani cukup beragam. Mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), masalah lambung (dispepsia), nyeri otot, darah tinggi, hingga berbagai komplikasi kesehatan gigi dan tumor jinak.

Untuk memaksimalkan layanan, tim doctorSHARE tidak hanya menerjunkan dokter umum, tetapi juga deretan spesialis, mulai dari spesialis anestesi, kandungan, penyakit dalam, anak, kejiwaan, hingga kulit dan kelamin.

Kabar baiknya, jadwal bedah yang sempat tertunda karena masalah logistik kini siap dilanjutkan. “Sore ini, Rabu (9/9/2026), dokter spesialis bedah sudah tiba dan besok sudah bisa melakukan tindakan operasi bagi pasien yang telah lolos tahap skrining,” jelas Ilman.

Meski membawa misi mulia dengan persiapan matang, proses eksekusi di lapangan tidak sepenuhnya mulus. Tim medis harus berhadapan dengan terbatasnya infrastruktur telekomunikasi di Pulau Kei Besar.

Minimnya sinyal internet cukup menghambat kinerja tim yang saat ini sedang melakukan transisi menuju sistem rekam medis elektronik atau Electronic Medical Record (EMR).

“Kendala yang kami hadapi saat ini adalah sedang mengadaptasi sistem pelayanan berbasis EMR. Karena jaringan telekomunikasi yang terbatas, alur administrasi dan pelayanan menjadi sedikit lebih lambat,” ungkapnya.

Kendati berhadapan dengan tantangan blank spot, pelayanan dipastikan tetap berjalan. Setiap pasien tetap diarahkan dengan saksama sesuai prosedur kebutuhan medis mereka. (TI)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *