Presiden Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag, Nasaruddin Umar: Ini Luar Biasa!

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keterangan pers kepada awak media di Istana Merdeka Jakarta, pada Rabu (23/9/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keterangan pers kepada awak media di Istana Merdeka Jakarta, pada Rabu (23/9/2026). (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, pentingbanget.com – Kabar gembira sekaligus momen bersejarah baru saja hadir bagi dunia pendidikan Islam di Tanah Air, khususnya buat kamu para santri dan alumni pondok pesantren! Selama ini, urusan pesantren dalam birokrasi pemerintahan sering kali hanya dianggap sebagai pelengkap atau sub-bagian dari pendidikan agama secara umum. Namun, narasi tersebut kini resmi diubah total oleh Presiden Prabowo Subianto lewat sebuah gebrakan kelembagaan yang super strategis.

Pemerintah secara resmi telah membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren yang bernaung langsung di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Dengan status baru ini, urusan pondok pesantren kini memiliki “rumah” dan ruang birokrasi tersendiri yang setara dengan direktorat jenderal besar lainnya!

Pemisahan Strategis dari Payung Pendidikan Islam

Legitimasi pembentukan instansi baru ini tertuang secara sah dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama. Pemisahan fokus ini menjadi angin segar, mengingat pesantren selama ini digabung dalam lingkup Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang beban kerjanya sudah terlampau padat.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menyambut antusias kebijakan progresif ini seusai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (23/9/2026). Ia menegaskan bahwa pembentukan ini memberikan ruang kelembagaan khusus yang memang sudah lama dinantikan oleh kalangan pesantren.

“Alhamdulillah Bapak Presiden baru saja mengeluarkan SK tentang keberadaan satu direktorat baru di bawah Kementerian Agama untuk mewadahi secara khusus penduduk pesantren yang dikenal dengan Dirjen Pesantren,” ujar Nasaruddin membagikan kabar baik tersebut kepada publik.

Lebih lanjut, Menag menjelaskan betapa krusialnya pergeseran status hierarki ini bagi masa depan jutaan santri di Indonesia.

“Jadi ini suatu lembaga baru di Kementerian Agama. Tadinya pesantren itu hanya subordinasi dari pendidikan Islam, sekarang menjadi direktorat tersendiri,” jelasnya menekankan bahwa pesantren kini resmi ‘naik kelas’ secara administratif.

Dirjen Baru Telah Dilantik, Siap Kebut Program Inovatif

Keseriusan pemerintah nyatanya bukan sekadar janji manis di atas kertas. Nasaruddin Umar membeberkan bahwa roda organisasi di direktorat baru ini bahkan sudah mulai berputar. Pucuk pimpinan alias Direktur Jenderal Pesantren rupanya telah resmi dilantik empat hari sebelumnya dan siap langsung tancap gas mengawal berbagai kebijakan pemerintah yang berfokus pada kemajuan pondok.

Melihat respons cepat dan kepedulian tinggi dari Kepala Negara, Menag tak luput menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Kehadiran Ditjen khusus ini diharapkan mampu menyuntikkan program-program yang lebih tepat sasaran, mulai dari peningkatan infrastruktur, kesejahteraan tenaga pendidik, hingga modernisasi kurikulum tanpa menghilangkan akar tradisi pesantren itu sendiri.

“Jadi kita berterima kasih kepada Presiden atas keputusannya yang luar biasa ini. Dengan demikian pondok pesantren akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan selanjutnya insyaAllah diharapkan ke depan pondok pesantren itu mendapatkan tentu hal-hal yang positif baru dibanding dengan sebelumnya,” pungkas Nasaruddin menutup keterangannya dengan penuh optimisme.

Dengan adanya payung hukum dan lembaga khusus ini, masa depan ekosistem pendidikan pesantren di Indonesia diproyeksikan bakal melesat jauh lebih terstruktur dan berdaya saing global! (TI)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *