
JAKARTA, pentingbanget.com – Kalau ngomongin outfit andalan buat Hari Raya, kondangan, atau sekadar acara bukber bareng circle kesayangan, pasti banyak dari kalian yang langsung auto kepikiran buat pakai kaftan! Baju model longgar yang menjuntai elegan dengan lengan ekstra lebar ini emang udah bertahun-tahun jadi primadona wardrobe bagi para wanita di Indonesia. Tapi, pernah nggak sih kamu iseng kepo soal gimana sebenernya asal usul kaftan ini? Usut punya usut, busana manis yang sering bikin pemakainya kelihatan anggun paripurna ini ternyata punya plot twist sejarah yang lumayan bikin geleng-geleng kepala. Percaya nggak percaya, dulunya ini bukan baju yang diciptakan buat gaya-gayaan kaum hawa, lho!
Bikin Syok! Bermula dari Baju Perang Pria di Timur Tengah
Siapa sangka, baju yang zaman now selalu identik dengan gaya girly dan feminin ini, awalnya justru dipakai sama cowok-cowok tangguh di masa lalu! Berdasarkan catatan sejarah dari berbagai sumber literatur budaya dan rangkuman pemberitaan Sindonews, asal usul kaftan ternyata banyak diadaptasi dan terinspirasi dari bentuk baju zirah atau jubah perang para ksatria.
Secara etimologi kebahasaan, kata “Kaftan” sendiri diserap dari bahasa Persia kuno yang secara harfiah merujuk pada sejenis jubah panjang atau tunik bersiluet longgar. Ada pula sumber literasi sejarah yang menyebutkan kalau akar mode busana ini sudah dipengaruhi sejak peradaban kuno Mesopotamia! Di banyak negara Timur Tengah hingga kawasan Afrika Utara dan Afrika Barat, kaftan sejak lama menjadi busana maskulin keseharian para pria. Model potongannya yang ekstra longgar emang terbukti friendly banget buat melancarkan sirkulasi udara di tengah iklim padang pasir yang super terik.
Simbol Hedonisme dan Kasta Tinggi Kesultanan Ottoman
Nah, status kaftan mulai level-up dan meroket tajam ketika masuk ke era Kekaisaran Ottoman (Kesultanan Utsmaniyah) di Turki sekitar abad ke-14 hingga ke-18. Dikutip dari ulasan mendalam Kompas.com dan ensiklopedia Wikipedia, di era kejayaan inilah kaftan dirombak habis-habisan jadi item fashion yang super eksklusif. Jangan harap rakyat jelata bisa pakai baju mewah ini dengan bebas!
Kaftan ala Kesultanan Ottoman dibuat dari material kain kasta tertinggi, seperti sutra murni, wol berkualitas, sampai katun premium. Nggak cukup di situ, busana ini juga dihias detail bordir mewah, motif yang rumit, dan sering dipadukan menggunakan selempang sabuk yang gagah. Selain menjadi outfit resmi bagi para Sultan di Istana Topkapi, kaftan juga kerap dijadikan alat ‘diplomasi politik’. Jubah ini sering kali dihadiahkan kepada duta besar negara tetangga, jenderal militer, dan tamu VIP kenegaraan demi pamer kekuasaan, jabatan, dan kekayaan politik mereka.
Sukses Invasi ke Maroko hingga Tembus Haute Couture Dunia
Dari pesona Turki, vibes kemewahan kaftan terus berekspansi secara masif. Busana ini sukses melakukan invasi ke negara Maroko berkat kuatnya dominasi Kekaisaran Ottoman. Awalnya, di Maroko, busana ini amat eksklusif dan cuma abdi dalem istana serta wanita pejabat yang boleh mengenakannya. Namun, menjelang akhir abad ke-17, tren ini pelan-pelan bocor juga ke kalangan wanita kelas menengah Maroko dan langsung meledak jadi kiblat style harian di sana.
Lompat ke era pergerakan mode modern, seperti yang dilansir dari rilis Kumparan, pamor kaftan sebagai busana berpotongan unik sukses menembus panggung runway negara-negara Barat. Puncaknya terjadi pada dekade 1950-an hingga awal 1960-an, di mana deretan desainer haute couture (busana adibusana) mulai menyulap siluet kaftan jadi gaun eksotis yang digandrungi sama kaum fashionista global dan selebritas ternama.
Berkat revolusi industri mode ini, produksi kaftan makin masal dan material yang digunakan pun makin bervariasi. Harganya jadi jauh lebih ramah kantong dan nggak lagi terbatas buat kelas atas. Nggak heran kalau sekarang kaftan—dengan ciri khas kerutan cantik di bagian tengah perut dan model lengannya yang melebar—sangat mudah kita jumpai di pusat grosir hingga jejeran butik desainer lokal, sukses bertransformasi menjadi dresscode syari andalan wanita Indonesia saat Lebaran tiba!
Mengapa Ini Penting?:
- Asal-Usul Maskulin: Bertolak belakang dengan fungsinya saat ini, kaftan yang identik feminin nyatanya berasal dari kebudayaan Persia dan dulunya diadaptasi dari pelindung atau baju perang pria.
- Item Hedon Bangsawan: Di masa keemasan Kesultanan Ottoman, kaftan adalah wardrobe sakral sultan dan kerap dijadikan suvenir suap diplomasi yang sangat mahal untuk tamu penting di Istana Topkapi.
- Revolusi Fashion Global: Mulai booming sebagai gaun haute couture di panggung internasional pada era 1950-an, desain kaftan sukses diadaptasi agar lebih merakyat dan kini merajai tren busana Muslim di Indonesia.
Perjalanan epik dari kaftan ini menjadi bukti nyata kalau dunia fashion itu selalu hidup dan terus berevolusi! Bayangin aja, berawal dari pakaian tempur pria dan jubah kasta tertinggi para Sultan, akhirnya kini bisa menemani momen hangat silaturahmi kita semua saat Lebaran. Jadi, buat kamu yang Lebaran nanti punya rencana buat checkout kaftan baru, sekarang udah bisa pamer fun fact budaya keren ini ke sirkel bestie pas lagi asyik ngumpul! (TI)



