
JAKARTA, pentingbanget.com –Â Kabinet Merah Putih resmi punya komandan baru di sektor perindustrian! Tepat pada Kamis (1/10/2026) kemarin, Presiden Prabowo Subianto telah mengambil sumpah dan melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Politisi kawakan yang sebelumnya berkantor di Senayan ini ditunjuk untuk menggantikan posisi Agus Gumiwang Kartasasmita.
Sebagaimana dilaporkan oleh detik.com, masuknya nama Sarmuji di jajaran menteri kelas wahid ini sukses bikin publik penasaran. Pasalnya, beban berat untuk menggenjot pertumbuhan industri dan membuka lapangan kerja sekarang ada di pundaknya. Pertanyaannya, siapa sih sebenarnya sosok Muhammad Sarmuji ini dan gimana rekam jejaknya sampai dipercaya masuk ring satu pemerintahan? Yuk, kita bedah profilnya!
Arek Suroboyo dengan Riwayat Pendidikan Mentereng
Lahir dan besar di Kota Pahlawan, pria kelahiran Surabaya, 10 Juni 1974 ini jelas punya mental tangguh khas Arek Suroboyo. Mengutip data dari laman MPR RI dan Wikipedia, masa kecil hingga remajanya dihabiskan di Surabaya. Ia merupakan alumni SDN Modokan Ayu 270, SMPN 17 Surabaya, hingga SMAN 16 Surabaya.
Lulus SMA tahun 1992, Sarmuji merantau ke wilayah Jawa Timur untuk melanjutkan studi jenjang Sarjana (S1) di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Jember, dan sukses meraih gelarnya pada tahun 2000. Haus akan ilmu, ia lantas hijrah ke ibu kota dan menuntaskan program pascasarjana (S2) bidang Administrasi Bisnis di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2006. Kombinasi ilmu manajemen dan administrasi bisnis ini jelas jadi bekal teori yang super solid buat bekalnya ngurusin perindustrian negara!
Maestro Organisasi: Dari Aktivis HMI Sampai Sekjen Partai Golkar
Bicara soal rekam jejak kepemimpinan, curriculum vitae (CV) Sarmuji ini panjang dan mengkilap banget! Karir politiknya berakar kuat dari aktivisme mahasiswa. Ia digembleng di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), di mana ia sempat menjadi Ketua HMI Cabang Jember hingga menembus jajaran elit sebagai Ketua Umum PB HMI periode 2001-2002.
Dari kampus, sayap kepak organisasinya makin lebar saat masuk ke ranah politik praktis lewat jalur sayap Partai Golkar, yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan AMPI. Puncak karir organisatorisnya nggak main-main. Pria yang juga berstatus sebagai Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje) ini, kini memegang posisi super strategis sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar. Jelas banget kan kalau networking dan insting leadership-nya udah teruji badai!
Kiprah Cemerlang 3 Periode di Senayan
Sebelum duduk di kursi empuk eksekutif, Sarmuji adalah “orang dalam” Senayan sejati. Kariernya dimulai perlahan tapi pasti, yakni sebagai koordinator Staf Ahli Fraksi Partai Golkar DPR-RI (2007-2014). Berbekal pengalaman itu, ia akhirnya maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) pada Pemilu 2014 dari Dapil Jatim VI (meliputi Blitar, Kediri, Trenggalek, Tulungagung) dan lolos ke Senayan di usia 40 tahun.
Kehebatannya membaca konstituen bikin dia menang telak tiga periode berturut-turut (2014, 2019, dan 2024). Di Pemilu 2019 saja, ia sukses meraup 137.110 suara! Selama di DPR, Sarmuji malang melintang di komisi yang relevan dengan ekonomi. Ia pernah bertugas di Komisi VI yang ngurusin industri dan perdagangan, Komisi IX, hingga Komisi XI yang membidangi urusan keuangan negara. Nggak heran kalau jam terbangnya soal regulasi ekonomi udah tingkat dewa.
Di luar kesibukan politiknya, pria yang berdomisili di kawasan Tebet, Jakarta Selatan ini dikenal sebagai family man. Ia membangun keluarga harmonis bersama sang istri, Luluk Maqnuniah, dan telah dikaruniai tiga orang putra kebanggaan.
Strategi Gercep Sang Menteri: Kolaborasi Lintas Sektor!
Baru sehari dilantik, Sarmuji langsung tancap gas membeberkan jurus mautnya usai acara serah terima jabatan (sertijab) pada Jumat, 2 Oktober 2026. Mengutip laporan dari VIVA.co.id, sang Menteri menegaskan bahwa untuk membangkitkan industri dan membuka jutaan lapangan kerja, Kementerian Perindustrian nggak bisa kerja solo player.
Sarmuji mematok strategi kolaborasi lintas kementerian sebagai harga mati. Ia bakal intens merapatkan barisan dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi untuk mengawal masuknya modal segar, berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan demi meracik insentif pajak yang ramah pengusaha, dan yang paling krusial: menggandeng Kementerian ESDM.
Kenapa ESDM? Karena bagi Sarmuji, pabrik dan industri nggak bakal bisa hidup kalau pasokan energi dan ketersediaan gas mandek. “Ini bukan pekerjaan yang mudah. Kolaborasi sangat penting untuk menjadikan sektor industri sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi,” tegas Sarmuji lugas.
Mengapa Ini Penting?
- Pemimpin Berpengalaman:Â Latar belakang S1 Manajemen Univ. Jember dan S2 Administrasi Bisnis UI, dipadu jam terbang 3 periode di Komisi Ekonomi DPR, menjadikan M. Sarmuji figur yang paham betul luar-dalam regulasi industri.
- Representasi Kekuatan Politik:Â Sebagai Sekjen Partai Golkar, penunjukan Sarmuji menegaskan posisi kuat partai beringin di dalam Kabinet Merah Putih era Prabowo.
- Fokus pada Ekosistem, Bukan Ego Sektoral:Â Visi perdananya yang menitikberatkan sinergi lintas kementerian (Investasi, Kemenkeu, dan ESDM) menjadi angin segar bahwa masalah klasik industri (seperti insentif dan suplai gas) akan diselesaikan secara komprehensif.
Penunjukan Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian jelas bukan langkah uji coba. Dengan rekam jejak organisasi yang matang sedari muda dan pemahaman tajam soal dapur legislasi ekonomi, publik dan pelaku pasar tentu menaruh harapan besar. Mari kita kawal bareng-bareng manuver pria asli Suroboyo ini, semoga industri manufaktur nasional kembali bergairah, investasi melesat, dan lapangan kerja makin melimpah buat anak muda! (TI)



