
SEMARANG, pentingbanget.com – Suasana kompetisi di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah, makin hari makin terasa panas dan menegangkan. Ajang unjuk gigi para qari, qariah, dan seniman Al-Qur’an dari 38 provinsi se-Indonesia ini benar-benar menyajikan persaingan level dewa. Kabar baiknya, kontingen kebanggaan Ranah Minang perlahan mulai menunjukkan taringnya. Memasuki hari keempat pelaksanaan lomba pada Rabu (16/9/2026), Kafilah Sumatera Barat (Sumbar) sukses memecah kebuntuan dan mencatatkan hasil yang super gemilang!
Sorotan utama kali ini jatuh pada cabang Seni Kaligrafi Al-Qur’an yang memang butuh ketelitian dan bakat seni luar biasa. Salah satu jagoan Sumbar, Ari Saputra Ramadhani, sukses bikin juri terpukau dan berhasil memastikan satu tiket emas melaju ke babak final. Ari tampil memukau di golongan Kaligrafi Digital Putra, sebuah kategori modern yang menggabungkan keindahan ayat suci dengan kecanggihan teknologi desain masa kini.
Pecah Telur! Ari Saputra Jadi Satu-satunya Finalis Kaligrafi Sumbar
Keberhasilan Ari menembus babak puncak ini jelas bukan pencapaian kaleng-kaleng. Mengingat ketatnya persaingan di babak penyisihan, Ari kini menjadi satu-satunya peserta Kafilah Sumbar dari cabang Seni Kaligrafi Al-Qur’an yang berhasil survive dan berdiri di babak final. Capaian luar biasa ini sontak menjadi suntikan moral dan motivasi ekstra bagi seluruh anggota kontingen Sumbar yang saat ini masih berjuang mati-matian di berbagai cabang dan golongan lainnya.
Rasa bangga dan syukur pun langsung diutarakan oleh para pendamping kafilah di Semarang. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumbar, Edi Dharma Syafni, tidak bisa menyembunyikan apresiasinya atas kerja keras Ari.
“Alhamdulillah, sudah ada peserta kita yang masuk final,” ujar Edi Dharma Syafni pada Rabu (16/9/2026). Pihaknya sangat berharap keberhasilan Ari merobek tiket final ini bisa memicu adrenalin dan semangat pantang menyerah bagi peserta lainnya untuk memberikan penampilan yang paling epik.
Rapor Positif Kafilah Sumbar: Sabet Gelar Harapan di Berbagai Kategori
Meski Ari menjadi satu-satunya finalis, bukan berarti peserta kaligrafi Sumbar lainnya pulang dengan tangan kosong. Beberapa seniman kaligrafi utusan Sumbar juga sukses mencatatkan hasil positif dan bertengger di posisi bergengsi. Sebut saja M. Hafzan yang sukses mengamankan posisi Harapan 1 pada golongan Dekorasi Putra. Di bagian putri, Rindu Annisa berhasil meraih Harapan 2 pada golongan Kontemporer Putri, sementara Sri Rahma Yul Insani sukses menempati posisi Harapan 3 pada golongan Digital Putri.
Persaingan tingkat nasional yang sangat brutal juga dirasakan oleh peserta lainnya. Mukhlis (golongan Naskah Putra) dan Indah Khairannisa (golongan Naskah Putri) harus puas berbagi nasib menempati peringkat ke-8 nasional. Sementara itu, Arizi Akbar bertengger di peringkat 12 (Kontemporer Putra), disusul Rafiki Yandra di peringkat 13 (Hiasan Putra). Untuk kategori putri, Annisa Kurniawati menduduki peringkat 14 (Dekorasi Putri), dan Nadya Adrianti menutup daftar di peringkat 15 (Hiasan Putri).
Hasil ini membuktikan bahwa para peserta sudah berjuang maksimal mencurahkan kemampuan terbaiknya dalam merangkai dan menggambar ayat-ayat suci Al-Qur’an sesuai dengan standar tinggi dan kaidah ketat di masing-masing golongan lomba.
Perjuangan Belum Usai, Lima Jagoan Sumbar Kembali Unjuk Gigi
Di hari yang sama, tensi perjuangan Kafilah Sumbar masih terus berlanjut di sejumlah venue ikonik yang tersebar di penjuru Kota Semarang. Ada lima peserta andalan Sumbar yang kembali naik panggung untuk bertarung di babak penyisihan. Mereka adalah Rissa Fatmi, Rafa Aldiano, Shafira Fisabilil Haq, Sibghatul Rahman, dan Fithri Mardhiyyah.
Untuk menjaga mental bertanding, Kepala Bagian Bina Mental dan Spiritual Setdaprov Sumbar, Marwansyah, terus memberikan pendampingan melekat. Ia mewanti-wanti agar seluruh peserta terus disiplin mengikuti jadwal perlombaan dan menjaga konsentrasi tingkat tinggi agar tidak nervous saat berada di bawah sorotan lampu arena.
Rissa Fatmi dijadwalkan unjuk suara emasnya pada cabang Tilawah Dewasa Putri di panggung megah Lapangan Simpang Lima. Sementara itu, Rafa Aldiano bersaing di cabang Hafalan 1 Juz dan Tilawah Putra yang berlokasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang. Di tempat terpisah, Shafira Fisabilil Haq berjuang pada cabang Hafalan 10 Juz Putri di Auditorium Kanwil Kemenag Jawa Tengah. Adapun Sibghatul Rahman adu kecerdasan di cabang Tafsir Bahasa Arab Putra di Aula Wahana Graha Dishub, dan Fithri Mardhiyyah berjuang pada cabang Tafsir Bahasa Indonesia Putri.
Pesan Dukungan Pemerintah: Jaga Kekompakan dan Nama Baik Daerah!
Menyikapi sisa waktu pelaksanaan MTQ Nasional XXXI yang akan ditutup pada 19 September 2026 mendatang, Edi Dharma memastikan bahwa dukungan moril dan logistik terus mengalir deras untuk seluruh kafilah Sumbar. Baginya, berdiri di panggung nasional adalah kesempatan langka untuk memamerkan hasil latihan keras selama ini sekaligus mengharumkan nama baik Sumatera Barat di mata provinsi lain.
“Yang paling penting seluruh peserta tetap fokus, menjaga kekompakan, dan memberikan kemampuan terbaik. Kita terus memberikan dukungan agar perjuangan kafilah Sumbar berjalan maksimal hingga seluruh rangkaian MTQN selesai,” pungkas Edi menyemangati pahlawan-pahlawan Al-Qur’an dari Ranah Minang tersebut. (MS)



